TIPS SABUNG AYAM

Sejarah Awal Unggas monogastrik sampai ke Indonesia

Sejarah Awal Unggas monogastrik sampai ke Indonesia

Yuk ketahui bersama Sejarah Awal Unggas monogastrik atau hewan yang memiliki satu lambung yaitu hewan Ayam bisa sampai ke Indonesia

Agen sabung ayam Unggas monogastrik merupakan jenis hewan bertulang belakang ( chordata ) masuk dalam kelas aves (bersayap) yang telah diternak untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti daging dan telurnya.

Unggas termasuk hewan monogastrik, yaitu hewan yang memiliki satu lambung. Hewan ini berbeda dengan hewan ruminansia yang memiliki lambung yang terbagi menjadi empat kompartemen/bagian.

Saluran pencernaan pada unggas terbagi atas beberapa bagian yaitu:

  • Mulut (paruh),
  • Esofagus,
  • Tembolok (corp),
  • Lambung kelenjar (proventiculus),
  • Lambung keras(ventriculus/gizard),
  • Usus halus (small intestine),
  • Sekum (caecum),
  • Usus besar (largeintestine),
  • Kloaka (cloaca) dan
  • Anus (vent).

Sejarah Awal Unggas monogastrik sampai ke Indonesia

Unggas monogastrik

Ada 3 tahap dalam sejarah perunggasan di Indonesia, yaitu :

1. Tahap Import dari luar negeri (1953-1966)

Pada tahap ini Para pecinta ayam impor yang tergabung dalam wadah GAPUSI ( Gabungan Peternak Unggas Indonesia ) mengimpor ayam jenis White Leghorn (WL), Whole Islan Red, New Hampire, dan Australop yang peruntukkan untuk hiburan saja tidak untuk tujuan komersil.

Selain itu GAPUSI juga mengadakan kegiatan penyilangan terhadap breed murni ayam impor dengan ayam lokal.

2. Tahap Perkembangan dan memasyarakatkan (1967-1970)

Pada tahap ini di tahun 1967 diadakan pameran ternak unggas nasional dan juga dibarengi dengan kegiatan bimbingan masyarakatkan untuk memasyarakatkan unggas ke peternak.

Tujuannya adalah guna meningkatkan konsumsi protein sekitar 5 gram/kapita/hari. Pada saat itu komsumsi protein hewani masih 3,5 gram/kapita/hari.

3. Tahap Pertumbuhan dan Produksi (1971-1998)

Pada tahap ini di tahun 1971 tepatnya tanggal 2 maret diadakan pameran ternak ayam di Istana Presiden. Tahun 1978 diadakan kembali sosialisasi atau bimbingan masyarakat kepada peternak mengenai peternakan ayam broiler.

Pada tahun 1980 industri perunggasan dari hulu ke hilir produksinya mengalami peningkatan yang cukup pesat sehingga dapat menggantikan protein hewani yang berasal dari kerbau/sapi.

Namun sayangnya masa keemasan tersebut harus hilang akibat krisis moneter yang menimpa Indonesia tahun 1998 yang memyebabkan para peternak mengalami kebangkrutan.